Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

PERENCANAAN STRATEGIS

Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis bisnis dapat dgunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT(Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory).
Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001 )
Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis / strategic planning ( Brown , 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan strategi ( Skinner, 1969 ).Untuk mencapai sebuah strategi yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown , 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).
Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan, hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli (e.g., Ansoff, 1965; Anthony,1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979). Lorange (1980), menuliskan, bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan mengubah perusahaan, sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan, maka itu adalah kegagalan.
Mengikuti Olsen dan Eadie (1982, hal.4) dalam buku Perencanaan Strategis oleh Jhon M. Bryson, kita mendefinisikan perencanaan strategis sebagai upaya yang didisiplinkan untuk membuat keputusan dan tindakan penting yang membentuk dan memandu bagaimana menjadi organisasi (atau entitas lainnya), apa yang dikerjakan organisasi (atau entitas lainnya),dan mengapa organisasi (atau entitas lainnya) mengerjakan hal seperti itu. Yang terbaik, perencanaan strategis mensyaratkan pengumpulan informasi secara luas, eksplorasi alternatif, dan menekankan implikasi masa depan keputusan seseorang.
Sedarmayanti (2009:11) mengemukakan bahwa: Perencanaan strategis merupakan fungsi utama dalam sebuah organisasi yang didefinisikan sebagai  suatu proses  sistematis dan berkesinambungan dalam menentukan kebutuhan sumber daya manusia dimasa depan baik kuantitas maupun kualitas pada waktu yang tepat, posisi yang tepat dalam jangka panjang guna mengantisipasi perubahan lingkungan dan organisasi serta meminimalisasi biaya dalam rangka pencapaian tujuan individu dan  organisasi. Faktor- faktor yang mempengaruhi sebuah perencanaan strategis dapat ditinjau dan dilihat dari:
1.      Manajerial, adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada.
2.      Lingkungan, adalah semua elemen didalam maupun luar organisasi yang dapat mempengaruhi sebagian atau keseluruhan suatu organisasi
3.      Kultur organisasi, merupakan sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota, yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.


Perencanaan strategis dapat memfasilitasi komunikasi dan partsipasi, mengakomodasi kepentingan dan nilai berbeda, dan membantu pembuatan keputusan secara tertib maupun keberhasilan implementasi keputusan.

Rabu, 12 April 2017

DEFINISI SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS dan Penjelasannya

SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis


A.       Pengertian Spektrofotometri UV-Vis
            Spektrofotometri UV-Vis adalah pengukuran serapan cahaya di daerah ultraviolet (200-400 nm) dan sinar tampak (400-800 nm) oleh suatu senyawa. Serapan cahaya uv atau cahaya tampak mengakibatkan transisi elektronik, yaitu promosi elektron-elektron dari orbital dasar yang berenergi rendah ke orbital tereksitasi yang berenergi lebih tinggi. Panjang gelombang cahaya uv atau cahaya tampak bergantung pada mudahnya promosi elektron. Molekul- molekul yang memerlukan lebih banyak energi untuk promosi elektron, akan menyerap pada panjang gelombang yang lebih pendek. Molekul yang memerlukan energi lebih sedikit akan menyerap pada panjang gelombang yang lebih panjang. Senyawa yang menyerap cahaya dalam daerah tampak (senyawa berwarna) mempunyai elektron yang lebih mudah dipromosikan dari pada senyawa yang menyerap pada panjang gelombang lebih pendek (Herliani, 2008).
            Absorpsi spektrofotometri UV-Vis adalah istilah yang digunakan ketika radiasi ultraviolet dan cahaya tampak diabsorpsi oleh molekul yang diukur. Alatnya disebut spektrofotometer UV-Vis. Spektrofotometer UV-Vis (Ultra Violet-Visible) adalah salah satu instrumen yang digunakan dalam menganalisa suatu senyawa kimia. Spektrofotometer digunakan karena kemampuannya dalam menganalisa banyak senyawa kimia serta kepraktisannya dalam hal preparasi sampel apabila dibandingkan dengan beberapa metode analisa (Herliani, 2008).
B.  Pengertian Spektofotometer
       Spektrofotometer adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer ialah menghasilkan sinar dari spektrum dan panjang gelombang tertentu, sedangkan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. Kelebihan spektrometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating ataupun celah optis. Pada fotometer filter, sinar dengan panjang gelombang yang diinginkan diperoleh dengan berbagai filter dari berbagai warna yang mempunyai spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu. Pada fotometer filter, tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar monokromatis, melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan pada spektrometer, panjang gelombang yang benar-benar terseleksi dapat diperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorpsi untuk larutan sampel atau  blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorpsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding. (Khopkar, 1990).


C.  Kegunaan Spektrofotometer UV-Vis
Spektrofotometer UV-Vis pada umumnya digunakan untuk:
·         Menentukan jenis kromofor, ikatan rangkap yang terkonyugasi dan ausokrom dari suatu senyawa organik. 
  • Menjelaskan informasi dari struktur berdasarkan panjang gelombang maksimum suatu senyawa. 
  • Mampu menganalisis senyawa organik secara kuantitatif dengan menggunakan hukum  Lambert-Beer. 
Spektrofotometri UV-Vis adalah pengukuran panjang gelombang dan intensitas sinar ultraviolet dan cahaya tampak yang diabsorbsi oleh sampel. Sinar ultraviolet dan cahaya tampak memiliki energi yang cukup untuk mempromosikan elektron pada kulit terluar ke tingkat energi yang lebih tinggi. Spektroskopi UV-Vis biasanya digunakan untuk molekul dan ion anorganik atau kompleks di dalam larutan. Spektrum UV-Vis mempunyai bentuk yang lebar dan hanya sedikit informasi tentang struktur yang bisa didapatkan dari spektrum ini sangat berguna untuk pengukuran secara kuantitatif.  Sinar ultraviolet berada pada panjang gelombang 200-400 nm, sedangkan sinar tampak berada pada panjang gelombang 400-800nm.
            Panjang gelombang (λ) adalah jarak antara satu lembah dan satu puncak, sedangkan frekuensi adalah kecepatan cahaya dibagi dengan panjang gelombang (λ). Bilangan gelombang adalah (v) adalah satu satuan per panjang gelombang. (Dachriyanus, 2004). Kebanyakan penerapan  spektrofotometri UV-Vis pada senyawa organik didasarkan n-π* ataupun π-π* karena spektrofotometri UV-Vis memerlukan hadirnya gugus kromofor dalam molekul itu. Transisi ini terjadi dalam daerah spektrum (sekitar 200 ke 700 nm) yang nyaman untuk digunakan dalam eksperimen. Spektrofotometer UV-Vis yang komersial biasanya beroperasi dari sekitar 175 atau 200 ke 1000 nm. Identifikasi kualitatif senyawa organik dalam daerah ini jauh lebih terbatas daripada dalam daerah inframerah. Ini karena pita serapan terlalu lebar dan kurang terinci. Tetapi, gugus-gugus fungsional tertentu seperti karbonil, nitro dan sistem tergabung, benar-benar menunjukkan puncak yang karakteristik, dan sering dapat diperoleh informasi yang berguna mengenai ada tidaknya gugus semacam itu dalam molekul tersebut. (Day & Underwood, 1986)
D.  Hukum Lambert-Beer 
            Hukum Lambert-Beer (Beer`s law) adalah hubungan linearitas antara absorban dengan konsentrasi larutan sampel. Konsentrasi dari sampel di dalam larutan bisa ditentukan dengan mengukur absorban pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan hukum Lambert-Beer.
 Hukum Lambert-Beer terbatas karena sifat kimia dan faktor instrumen. Penyebab non linearitas (Dachriyanus, 2004):
·           Deviasi koefisien ekstingsi pada konsentrasi tinggi (>0,01 M), yang disebabkan oleh interaksi elektrostatik antara molekul karena jaraknya yang terlalu dekat. 
·           Hamburan cahaya karena adanya partikel dalam sampel. 
·           Flouresensi atau fosforesensi sampel. 
·           Berubahnya indeks bias pada konsentrasi yang tinggi. 
·           Pergeseran kesetimbangan kimia sebagai fungsi dari konsentrasi. 
·           Radiasi non-monokromatik; deviasi bisa  digunakan dengan menggunakan bagian datar pada absorban yaitu pada panjang gelombang maksimum. 
·           Kehilangan cahaya.  

E.   Instrumen Spektrofotometri UV-Vis
Instrumen pada spektrofotometri UV-Vis terdiri dari 6 komponen pokok:
  1. sumber radiasi
  2. Monokromator
  3. wadah sampel (sel atau kuvet)
  4. Detektor
  5. Recorder
  6. Read out  
Fungsi masing-masing bagian:
1.   Sumber sinar
Polikromatis berfungsi sebagai sumber sinar polikromatis dengan berbagai macam rentang panjang gelombang. Untuk sepktrofotometer
·         UV menggunakan lampu deuterium atau disebut juga heavi hidrogen
·         VIS menggunakan lampu tungsten yang sering disebut lampu wolfram
·         UV-VIS menggunan photodiode yang telah dilengkapi monokromator.
·         Infra merah, lampu pada panjang gelombang IR.
2.   Monokromator
Sebagai penyeleksi panjang gelombang yaitu mengubah cahaya yang berasal dari sumber sinar polikromatis menjadi cahaya monaokromatis. Jenis monokromator yang saat ini banyak digunakan adalan gratting atau lensa prisma dan filter optik. Jika digunakan grating maka cahaya akan dirubah menjadi spektrum cahaya. Sedangkan filter optik berupa lensa berwarna sehingga cahaya yang diteruskan sesuai dengan warnya lensa yang dikenai cahaya. Ada banyak lensa warna dalam satu alat yang digunakan sesuai dengan jenis pemeriksaan. Pada gambar di atas disebut sebagai pendispersi atau penyebar cahaya. dengan adanya pendispersi hanya satu jenis cahaya atau cahaya dengan panjang gelombang tunggal yang mengenai sel sampel. Pada gambar di atas hanya cahaya hijau yang melewati pintu keluar. Proses dispersi atau penyebaran cahaya seperti yang tertera pada gambar.

3.   Sel sampel
Sebagai tempat meletakan sampel:
·      UV, VIS dan UV-VIS menggunakan kuvet sebagai tempat sampel. Kuvet biasanya terbuat dari kuarsa atau gelas, namun kuvet dari kuarsa yang terbuat dari silika memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini disebabkan yang terbuat dari kaca dan plastik dapat menyerap UV sehingga penggunaannya hanya pada spektrofotometer sinar tampak (VIS). Cuvet biasanya berbentuk persegi panjang dengan lebar 1 cm.
·      IR, untuk sampel cair dan padat (dalam bentuk pasta) biasanya dioleskan pada dua lempeng natrium klorida. Untuk sampel dalam bentuk larutan dimasukan ke dalam sel natrium klorida. Sel ini akan dipecahkan untuk mengambil kembali larutan yang dianalisis, jika sampel yang dimiliki sangat sedikit dan harganya mahal.
4.   Detektor
Menangkap cahaya yang diteruskan dari sampel dan mengubahnya menjadi arus listrik. Syarat-syarat sebuah detektor :
·      Kepekaan yang tinggi
·      Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi
·      Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.
·      Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi.
·      Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi.
 Macam-macam detektor :
·      Detektor foto (Photo detector)
·      Photocell, misalnya CdS.
·      Phototube
·      Hantaran foto
·      Dioda foto
·      Detektor panas
5.   Read out
Merupakan suatu sistem baca yang menangkap besarnya isyarat listrik yang berasal dari detektor.

F.   Proses Absorbsi Cahaya pada Spektrofotometri
       Ketika cahaya dengan panjang berbagai panjang gelombang (cahaya polikromatis) mengenai suatu zat, maka cahaya dengan panjang gelombang tertentu saja yang akan diserap. Di dalam suatu molekul yang memegang peranan penting adalah elektron valensi dari setiap atom yang ada hingga terbentuk suatu materi. Elektron-elektron yang dimiliki oleh suatu molekul dapat berpindah (eksitasi), berputar (rotasi) dan bergetar (vibrasi) jika dikenai suatu energi.
            Jika zat menyerap cahaya tampak dan UV maka akan terjadi perpindahan elektron dari keadaan dasar menuju ke keadaan tereksitasi. Perpindahan elektron ini disebut transisi elektronik. Apabila cahaya yang diserap adalah cahaya inframerah maka elektron yang ada dalam atom atau elektron ikatan pada suatu molekul dapat hanya akan bergetar (vibrasi). Sedangkan gerakan berputar elektron terjadi pada energi yang lebih rendah lagi misalnya pada gelombang radio.
            Atas dasar inilah spektrofotometri dirancang untuk mengukur konsentrasi suatu suatu yang ada dalam suatu sampel. Dimana zat yang ada dalam sel sampel disinari dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Ketika cahaya mengenai sampel sebagian akan diserap, sebagian akan dihamburkan dan sebagian lagi akan diteruskan.
             Pada spektrofotometri, cahaya datang atau cahaya masuk atau cahaya yang mengenai permukaan zat dan cahaya setelah melewati zat tidak dapat diukur, yang dapat diukur adalah It/I0 atau I0/It (perbandingan cahaya datang dengan cahaya setelah melewati materi (sampel)). 
          Cahaya yang diserap diukur sebagai absorbansi (A) sedangkan cahaya yang hamburkan diukur sebagai transmitansi (T), dinyatakan dengan hukum lambert-beer atau Hukum Beer, berbunyi:
jumlah radiasi cahaya tampak (ultraviolet, inframerah dan sebagainya) yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan”.

G.   Prinsip Kerja
       Adapun prinsip kerja alat spektrofotometer uv-vis yaitu sumber radiasi untuk spektroskopi UV-Vis adalah lampu tungsten. Cahaya yang dipancarkan sumber radiasi adalah cahaya polikromatik. Cahaya polikromatik UV akan melewati monokromator yaitu suatu alat yang paling umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang (monokromator). Monokromator radiasi UV, sinar tampak dan infra merah adalah serupa yaitu mempunyai celah (slit), lensa, cermin dan perisai atau grating.

H.      Kelebihan dan Kekurangan Spektrofotometer UV-Vis
Kelebihan spektrofotometer UV-Vis:
·      Panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi.
·      Caranya sederhana
·      Dapat menganalisa larutan dengan konsentrasi yang sangat kecil
 Kekurangan spektrofotometer UV-Vis:
·      Absorbsi dipengaruhi oleh PH larutan,suhu dan adanya zat pengganggu dan kebersihan kuvet.
·      Hanya dapat dipakai pada daerah ultra violet yang panjang gelombang > 165 nm.
·      Pemakaian hanya pada gugus fungsional yang mengandung elektron valensi dengan energy eksitasi rendah.

·      Sinar yang dipakai harus monokromatis

Rabu, 28 Desember 2016

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Manusia dan Peradaban

Manusia dan Peradaban
A.      Pengertian
Pendapat para ahli tentang peradaban dan kebudayaan adalah
-          Bierens De hann. Mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut, peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan teknik. Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis, sedangkan kebudayaan ialah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan.
-          Oswals Spengl (1880-1936)  kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filsafat dan sebagainya, peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi dan sudah mati.
-          Prof. Dr. Koentjaraningrat, peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian.
-          Hungtinton, predaban sebagai the highest sicial grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species.
-          Damono (2001) mengatakan adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti.
-          Fairchild (1980) menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
-          Ibnu Khaldun melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan komleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku atau agama yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan sendirinya.

Masyarakat telah mencapai tahap kebudayaan tertentu dan telah maju berarti masyarakat tersebut telah mencapi tingkat peradaban tinggi yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan lain-lain.
Peradaban contohnya: perkembangan kesenian, IPTEK, kepandaian manusia, dan sebagainya. Tiap manusia memiliki karakter kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah negara hanya unggul IPTEK nya saja atau keseniannya saja.
Konsep peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya.
Kebudayaan akan berlanjut ke hal yang lebih kompleks dimana unsur-unsur kebudayaan terintegrasi antara ketujuh unsur kebudayaan universal, yaitu sistem teknologi, peralatan, sistem mata pencarian, organisme, sosial, religi dan bahasa.
Peradaban merupakan perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang dicirikan oleh taraf intelektual, keindahan teknologi dan spiritual tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu, berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat Iptek dan unsur-unsur budaya lainnya.
Tarif hidup manusia makin kompleks atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingkatan peradaban tertentu.
Perdaban masa sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan peradaban zaman modern yang ditandai pada kemajuan pesat pada insfrastruktur, transportasi, komunikasi, dan sarana-sarana kemajuan lainnya. Dibandingkan dengan msa sekarang, kita tetap memberi penilaian bahwa bangsa-bangsa itu memiliki peradaban yang tinggi dimasanya. Jadi, selain mengacu pada kemajuan ilmu, teknologi, dan seni; peradaban mengacu pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu.
Masyarakat pada saat ini tetap memberi penghargaan dan apresiasi yang tinggi untuk peradaban masa itu. Bukti akan hal tersebut adalah pengakuan masyarakat dunia akan adanya keajaiban dunia, yang pada hakikatnya berasal dari peradaban masa lalu. Keajaiban dunia yang dikenal saat ini antara lain:
  1. Piramida di Mesir merupakan makam raja-raja mesir kuno
  2. Taman gantung di Babylonia
  3. Tembok raksasa dengan panjang 6500 km di RRC
  4. Menara Pisa di Italia
  5. Menara Eiffel di Paris
  6. Candi Borobudur di Indonesia
  7. Taj Mahal di India
  8. Patung Zeus yang tingginya 14 m dan seluruhnya terbuat dari emas
  9. Kuil Artemis merupakan kuil terbesar di Yunani
  10. Mausoleum Halicarnacus, kuburan yang dibangun oleh Ratu Artemisia untuk mengenang suaminya Raja Maulosus dari Carla
  11. Collosus, yaitu patung perunggu dewa matahari dari Rhodes
  12. Phatos, yaitu patunga yang tingginya hingga 130 m dari Alexandria
  13. Gedung parlemen Inggris di London
  14. Kabah di Mekah Saudi Arabia
  15. Colosseum di Roma Italia
B.      Hakikat Hidup Manusia
Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi, sebai makhluk Tuhan, individu dan sosial-budaya. Yang saling berkaitan dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan, sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai mankhluk sosial dan budaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu
Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk:
  1. Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan
  2. Melalui pengalaman hidup sebagai makhluk sosial
  3. Melalui komunikasi sombolis (benda, tubuh, gerak tubuh, peristiwa, dan lagi yang tahu sejenis)
Karena tiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama yaitu:
  1. Terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia
  2. Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati
  3. Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku
  4. Berisi aturan yang berisi kewajiban, tindakan yang diterima atau tidak, larangan dan pantangan.
Perbedaan kebudayaan dengan peradaban adalah dua hal yang paling mudah untuk dijawab. Segala sesuatu yang terdapat dalam manusia akan ada dan ditentukan dari budayanya.
Wujud peradaban moral pada manusia:
  1. Nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan
  2. Norma
  3. Etika
  4. estetika
  1. Peradaban dan Perubahan Sosial
  1. Pengertian dan Cakupan perubahan sosial
Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setip masyarakat. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.
Perubahan sosial merupakan perubahan struktur sosial, pola perilaku, dan interaksi sosial. Setiap perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam organisasi sosial disebut perubahan sosial. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mengarah pada perubahan unsur-unsur kebudayaan yang ada.
Contoh perubahan sosial:
-          Peranan seorang istri dalam keluarga modern
Contoh perubahan kebudayaan:
-          Penemuan baru seperti komputer, televisi, radio.
William F. Ogburn : Ruang lingkup perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan yang materiil maupun immateriil dengan menekankan bahwa pengaruh yang besar dari unsur-unsur immateriil.
Gillin : perubahan sosial untuk variasi dari cara hidup yang lebih diterima yang disebabkan baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan materill, kompetisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun perubahan-perubahan baru dalam masyarakat tersebut.
Selo Soemardjan : perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat.
Perubahan sosial tidak dapat dilepaskan dari perubahan kebudayaan. Kebudayaan merupakan hasil dari masyarakat. Jika tidak ada masyarakat yang mendukungnya maka tidak ada kebudayaan.
Perubahan sosial tumbuh karena adanya interaksi yang meliputii berbagai aspek kehidupan. Hal ini sebagai adanya akibat adanya dinamika anggota masyarakat dan yang telah didukung oleh sebagian besar anggota masyarakat, merupakan tuntutan kehidupan dalam mencari kestabilannya.
Rekapitulasi perubahan yang terjadi didalam masyarakat dapat di analisis dari berbagai segi:
  1. Ke arah mana perubahan dalam masyarakat bergerak bahwa perubahan tersebut meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor tersebut, mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu yang baru sama sekali, akan tetapi mungkin pula bergerak ke arah suatu bentuk yang sudah ada pada waktu yang lampau.
  2. Bagaimana bentuk dari perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat.
  1. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial
  1. Teori sebab-akibat (causation problem)



Untuk menerangkan sebab-sebab perubahan sosial digunakan beberapa pendekatan:
-          Analisis dialektis
Analisis perubahan sosial yang menelaah syarat-syarat dan keadaan yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam suatu sistem masyarakat. Perubahan ini dapat menimbulkan akiba-akibat yang tidak diharapkan sebelumnya bahkan sampai menimbulkan konflik.
-          Teori tunggal
Teori tunggal menerangkan sebab-sebab perubahan sosial atau pola kebudayaan dengan menunjukkan kepada satu faktor penyebabnya. Menurut Soerjono Soekanto teori tidak akan bertahan lama, timbulnya pola analisis yang lebih cermat dan lebih didasarkan fakta.
  1. Teori proses atau arah perubahan sosial
-          Teori evolusi unilinier (garis lurus tunggal)
Teori ini berpendapat bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan tertentu, semula dari bentuk sederhana kemudian yang kompleks sampai pada tahap sempurna. Pelopor teori ini adalah August Comte dan Herbert Spenser.
-          Teori multilinier
Teori pada artinya menggambarkan suatu metodologi didasarkan pada suatu asumsi yang menyatakan bahwa perubahan sosial atau kebudayaan didapatkan gejala keteraturan yang nyata dan signifikan. Teori ini tidak mengenal hukum atau skema apriori, tetapi teori ini lebih memerhatikan tradisi dalam kebudayaan dan dari berbagai daerah menyeluruh meliputi bagian-bagian tertentu.
  1. Teori-teori Mengenai Pembangunan, Keterbelakangan, dan Ketergantungan
1.       Teori Dependensi (ketergantungan)
Teori perubahan sosial menurut Moore:
-          Evolusi rektiliner yang sangat sederhana
-          Evalusi melalui tahap-tahap
-          Evolusi yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi
-          Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan
-          Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek.
-          Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecendrungan
-          Pertemuan logistik yang digambarkan oleh populasi
-          Pertumbuhan logistik terbalik yang tergambar dan angka motivasi
-          Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar melalui tanda-tanda

Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto:
  1. Perubahan terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat
  2. Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan-perubahan yang pengarunya besar
  3. Perubahan yang dikehendaki dari perubahan yang tidak diinginkan
2.       Penyebab perubahan
Interkorerasi dan interaksi sosial masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional para anggotanya. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengadakan berbagai perubahan. Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan sosial.
Faktor intern dan faktor ekstern yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto:
-          Faktor intern
a.       Bertambahnya dan berkurangnya penduduk
b.      Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses, seperti : Discovery, Invention, Inovasi
c.       Konflik dalam masyarakat
d.      Pemberontakan dalam tubuh masyarakat
-          Faktor ekstern
a.       Faktor alam yang ada disekitar masyarakat yang berubah
b.      Pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaan yang berbeda
3.       Keseimbangan
Keseimbangan sosial adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. Keseimbangan sosial merupakan situasi dimana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang.
Perubahan sosial dapat mengakibatkan ketidakseimbangan sosial. Ketidakseimbangan ini misalnya, karena ada unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah cepat, tetapi ada juga unsur-unsur masyarakat yang terkait dengan unsur yang berubah jadi cepat namun tetap berubah jadi lambat. Keadaan demikian disebut dengan cultural lag.
  1. Modernisasi
1.       Konsep modernisasi
Modernisasi dimulai di Itali abad ke-15 dan tersebar ke sebagian besar ke dunia Barat dalam lima abad berikutnya. Manifesro proses modernisasi pertama kali terlihat di Inggris dengan meletusnya revolusi industri pada abad ke-18 yang mengubah cara produksi tradisional ke modern.
Modernisasi masyarakat adalah suatu proses transformasi yang mengubah:
-          Di bidang ekonomi, timbulnya kompleks industri yang besar, dimana produksi barang konsumsi dan sarana dibuat secara massal.
-          Di bidang politik, ekonomi modern memerlukan ada masyarakat nasional dengan integrasi yang baik.
Modernisasi menimbulkan pembaruan dalam kehidupan. Oleh karena itu, modernisasi sangat diharapkan berlangsungnya oleh masyarakat. Bahkan bagi pemerintah merupakan suatu proses yang sedang diusahakan secara terarah.
Menurut Koentjaraningrat, modernisasi merupakan usaha penyesuaian hidup dengan konstelasi dunia sekarang ini. Untuk mencapai tingkat modernisasi harus berpedoman pada dunia sekitar yang mengalami kemajuan juga sikap mental yang mendalam.
Menurut Schorrl (1980) modernisasi adalah proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam semua segi kehidupan manusia dengan tingkat yang berbeda-beda tetapi tujuan utamanya untuk mencari taraf hidup yang lebih baik dan nyaman dalam arti yang seluas-luasnya, sepanjang masih dapat diterima oleh masyarakat yang bersangkutan.
Menurut Smith (1973) modernisasi adalah proses yang dilandasi dengan seperangkat rencana dan kebijaksanaan yang disadari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat yang kontemporer yang menurut penilaian lebih maju derahat kehormatan tertentu.
2.       Syarat-syarat modernisasi
-          Cara berpikir ilmiah yang institutionalized dalam kelas penguasa maupun masyarakat
-          Sistem administrasi negara yang baik dan benar mewujudkan birokrasi
-          Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu atau lembaga tertentu
-          Penciptaan iklim yang baik dan teratur dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat komunikasi massa
-          Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak disiplin tinggi bagi pihak lain di pihak pengurangan kepercayaan
-          Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaannya
3.       Ciri-ciri modernisasi
-          Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhan manusia
-          Kemajuan teknologi dan industrialisasi, individualisasi, sekularisasi, diferensisasi, dan akulturasi
-          Modernisasi banyak memberikan kemudahan bagi manusia
-          Berkat jasanya, hampir semua keinginan manusia terpenuhi
-          Modernsasi juga melahirkan teori baru
-          Mekanisme masyarakat berubah menuju prinsip dan logika ekonomi serta orientasi kebendaan yang berlebihan

-          Kehidupan seseorang perhatian religiusnya dicurahkan untuk bekerja dan menumpuk kekayaan.